Skip to main content

semalam yang mengusik

Berulang kali ku ingatkan diri… Berulangkali ku kuasai rasa hati… Berulangkali ku paksa diri… Berulangkali jua ku hindari… Menjauhi…Menepis berkali-kali… Namun berulangkali jua kenangan mendekati… Sisa memori masih segar bermain bersilih ganti… Seiring waktu yang pergi … sementara di sisi ada yang menanti … Tolonglah duhai kenangan… Pergilah…luputlah… bersemadilah dengan aman… Perasaan ini adalah pinjaman…usah biar ia terus bertandang… Ingatlah duhai hati…dunai yang fana…dan insan sementara…jangan terpedaya… Hargai setiap fasa kehidupan mu…manfaatkan harta…jiwa..dan tenaga mu… Dalam mencari redha Nya…buat bekal kembali ke kampung halaman ,syurga idaman.. Lantaran perjuangan bukan satu pilihan ..tapi satu kewajipan dalam menyambung risalah Baginda .. Menyeru kebaikan dan menjauhi larangan…berusaha setakat yang mampu …kerana hidayah itu milikNya…untuk jawapan pada setiap anggota tubuh badan…pada harta …pada kesihatan…pada usia yang dipinjamkan…yang pasti tidak lepas dari persoalan …di saat berdiri di hadapan Yang Menciptakan… Setiap makhluk yang bernyawa…seorang hamba penuh nista sepertiku…

Comments

Popular posts from this blog

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~manisnya mehnah bersama jemaah...

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...