Skip to main content

~saat yang tak mungkin kembali...

menjelang hari beranjaknya satu tangga angka yang mengubah banyak perkara yang pada mata hanya perkara biasa...masih mampu tersenyum..masih mampu bergelak ketawa..masih mampu bernafas ..masih mampu memandang birunya langit dan merasa basahnya rintik hujan...menjelang hari bertambahnya angka itu seakan begitu pantas masa berlalu.terasa baru semalam ia berubah..hari ini ia berubah lagi..namun diri masih sama...masih begini..menanti dan terus menanti... cuma bezanya kali ini aku melalui hari ini jauh dari keluarga tercinta..jauh dari bumi kelahiran..apapun ia akan menjadi kenangan yang terpahat..melaluinya dengan linangan air mata yang keluar tanpa diundang..mengalir deras walau berkali ditahan hanya kerana slot masa hari itu di isi dengan mengenang detik-detik perjuangan membawa risalah Nabi Muhammad S.A.W...Kita bukan kalah tetapi belum menang lantaran kejayaan sebenar adalah usaha demi usaha yang mendapat ganjaran Allah...bukan dilihat pada hasil tetapi kepada sejauh mana diri berusaha mencapai kemenangan untuk Islam. Mengenang sejarah 14 tahun yang berlalu dengan pelbagai mehnah tribulasi ...sakit pilu..jerih payah...luka dan air mata ...yang mendewasakan diri.. Shukran ya Allah atas aturan terindah Mu ini...semoga sisa usia yang dipinjamkan dapat terus dimanfaatkan demi mencari redha Allah...

Comments

Popular posts from this blog

Sombongkah aku....

Antara langkah mengenal pasti adanya penyakit ini ialah melalui pergaulan sesama manusia. Melalui pergaulan, akan dapat dikesan sifat sombong yang hadir tanpa disedari…Dan Allah amat membenci mereka yang sombong. Tanda –tanda sombong …. 1. Payah menerima pandangan orang lain sekalipun hatinya merasakan pandangan orang itu lebih baik daripadanya. Apatah lagi kalau pandangan itu datang daripada orang yang lebih rendah daripadanya sama ada rendah umur, pangkat atau lain-lain lagi. 2. Mudah marah atau emosional. Bila berlaku perbincangan dua hala, cepat tersinggung atau cepat naik darah kalau ada orang tersilap atau tersalah. 3. Memilih-milih kawan. Suka berkawan hanya dengan orang yang satu ‘level’ atau sama taraf dengannya. Manakala dengan orang bawahan atau lebih rendah kedudukannya, dia tidak suka bergaul atau bermesra, takut jatuh status atau darjat dirinya. Yakni dia suka dengan orang yang mahu mendengar dan mentaati kata-katanya. Mereka inilah saja yang dia boleh bermesra, ...

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...