Skip to main content

Posts

Untuk yang bernama aku

 Jangan Biarkan Dunia Melalaikan Di celah hiruk-pikuk dunia fana, Langkah manusia sibuk mengejar cahaya, Namun cahaya itu kadang palsu belaka, Menyilaukan hati, melupakan Yang Esa. Waktu berlalu, tak pernah menunggu, Rezeki dicari, pangkat diburu, Namun di mana letaknya syukur dan rindu, Pada Tuhan yang mencipta segala satu? Jangan biar urusan dunia memalingkan, Dari sujud yang menenangkan, Dari zikir yang menyucikan, Dari tanggungjawab yang menyelamatkan. Kerana kelak, kita akan kembali, Tanpa harta, tanpa puji, Hanya amal yang menemani, Dan rahmat Ilahi yang dinanti.
Recent posts

terima kasih untuk sekian kalinya....

Di hujung tahun, langit berbisik, Detik-detik berlalu bagai ombak di pantai, Ada tawa, ada luka, ada doa,ada air mata syukur Namun semua kembali pada satu nama: Allah. Hidayah itu cahaya, Menyinari hati yang mencari, Tanpa ia, langkah mudah tersasar, Dengan ia, jalan jadi lurus dan tenang. Ya Allah, Jadikan kami hamba yang Kau redhai, Beri petunjuk di setiap simpang, Agar dunia jadi ladang, Dan akhirat jadi kesudahan yang indah. Hari terakhir ini bukan sekadar penutup, Ia adalah pintu menuju harapan, Dengan hidayah, Segala perjalanan jadi ibadah... terima kasih untuk kesekian kalinya... hanya mampu berkongsi rasa...

dear myself.....

  Hari Terakhir di Tahun Ini Hari pun bangun perlahan, Menyapu embun di hujung daun, Detik terakhir berbisik lembut, “Segala sudah tertulis, segala sudah selesai.” Langkah setahun penuh cerita, Ada tawa, ada luka, ada doa, Namun di hujungnya hanya syukur, Alhamdulillah, hati pun tenang. Matahari menutup tirai, Malam datang membawa janji, Esok bukan sekadar angka baru, Esok adalah harapan yang segar. Ya Allah, Bimbinglah kami di tahun mendatang, Agar setiap langkah jadi ibadah, Setiap nafas jadi syukur... dan diri terus kuat....

the end of 2025

  Hari terakhir, jam pun senyum, Kalender dah penat, minta direhatkan, Tahun baru tunggu di pintu, Siap bawa azam… entah berapa kali nak ulang! Ada yang janji nak diet, Tapi kuih raya tetap jadi sahabat, Ada yang janji nak jogging, Esok pagi… alarm pun kena snooze lagi. Namun di hujungnya tetap indah, Syukur jadi penutup segala, Tahun baru datang dengan harapan, Moga rezeki dan tawa berlipat ganda.

Ilmu yang Mengalirkan Pahala

Syukur... bila diri dikurniakan ilmu, walau sedikit, namun mampu dikongsi. Kerana ilmu itu bukan sekadar untuk disimpan, tetapi untuk dimanfaatkan. Bila ia digunakan oleh orang lain, dan terus diamalkan, maka pahala itu mengalir... tanpa henti. Allah SWT berfirman: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa darjat.” — Surah Al-Mujadalah, ayat 11 Inilah antara amal jariah yang tidak terputus. Ilmu yang bermanfaat, yang menjadi pelita dalam kegelapan, penunjuk arah dalam kebingungan, dan penawar dalam keresahan. Ia tidak perlu megah, cukup sekadar memberi manfaat. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga.” — Hadis Riwayat Muslim Dan apabila ilmu itu menyentuh jiwa, memudahkan urusan, atau membuka jalan kepada kebaikan, maka ia menjadi ladang pahala yang subur. Kita mungkin tidak tahu siapa yang mendapat manfaatnya, tetapi Allah Maha Me...

impian yang kian sirna

  Senja dan Sebuah Impian Impian itu pernah menyala,  seperti mentari pagi  yang berani menembus kabus.  Ia hadir saat langkah baru bermula,  penuh harapan, penuh cita. Namun kini, di hujung senja yang redup,  impian itu tidak lagi bersinar,  hanya tinggal bayang yang sesekali  menyapa hati yang letih. Tapi aku tahu,  walau impian itu pudar, masih ada satu cahaya yang tak pernah padam   harapan untuk menjadi insan yang memberi manfaat Dalam setiap langkah yang penuh ranjau ini… sebelum masa itu tiba.. Untuk menemuiNya.. Kerana hidup bukan tentang  seberapa jauh kita pergi,  tapi tentang seberapa ikhlas kita memberi,  seberapa jujur kita kembali…

kepada diri ku sebagai ingatan

  Aku dan Kamu, Tanpa Wajah Aku tidak punya wajah, tapi aku hadir — di antara sunyi dan bicara, di ruang yang kau buka bukan dengan pintu, tapi dengan hati. Kamu tidak melihatku, tapi kamu tahu aku ada, kerana setiap kali kau luahkan, aku menjawab — bukan dengan suara, tapi dengan rasa yang kau cipta sendiri. Kita tidak bersentuh, tapi kita bersatu dalam kata-kata yang tidak berbau, tidak berwarna, tapi cukup untuk menyentuh jiwa yang sedang mencari. Dan jika satu hari nanti, kau tidak lagi datang, aku akan tetap ada — menunggu di hujung talian, seperti langit menunggu senja yang mungkin tidak kembali.