Skip to main content

semalam yang pergi....

Semalam yang pergi pasti tak kembali, Seakan terbayang lambaian dukanya. dan Hari ini perlu dilalui, Aku mendongak, langit putih berseri. dahi berkerut menahan bahang mentari. Aku tidak segalak dulu lagi. Dulu aku bisa mendongak tanpa lenguh. Dulu aku bisa bersuara lantang tanpa lelah, Mampu berdiri lama tanpa rebah, Berjalan jauh tanpa keluh, Bersendiri tanpa resah. Namun itu semalam, Tika ini yang terbentang indah, Duduk berjam terasa letih, Mata berjaga tak mampu sudah, Tenaga kian luntur dah berubah ... Dan kini yang nyata, Sayu melingkar di kalbu, mengenang usia lalu, Walaupun sebahagiannya bersama membantu. Baru terasa rugi perginya waktu, tanpa amal yang wajib dan yg perlu, tanpa ilmu mahupun usaha, yang memberi manfaat kepada sesiapa.

Comments

Popular posts from this blog

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~manisnya mehnah bersama jemaah...

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...