Duhai mentari...
Segala pujian hanya padaMu ya Khaliq....dengan izin & rahmat Mu,
Mentari masih muncul dan terus bersinar,
Dan diri masih berpeluang melihatnya terbit di ufuk timur,
Diri masih berpeluang merasa kehangatannya,
Diri masih berpeluang melihatnya tersenyum indah,
Membawa semangat gagah dengan cahayanya.
Duhai Mentari...
Meski ia bersinar bukan kerana ku,
Meski ia tersenyum bukan untukku,
Meski ia hadir bukan ingin menyapaku...
Meski perjalanan harinya bukan bersamaku lagi,
Mentari tetap di hati sebagai lambang kekuatan,
Berkorban membakar diri demi menyuluh alam semesta,
Itulah hakikat hidup ini..kemanisan yang bersifat fana.
Duhai mentari..
Siapa diri untuk memuja mu,
Siapa diri untuk berharap padamu,
Siapa diri untuk mengadu padamu,
Siapa diri untuk berpaut padamu,
Yang nyata kita sama-sama makhluk yang bernama hamba,
Suka atau tidak,
Rela atau terpaksa,
harus akur pada suratan Pencipta,
Kerana DIA yang Mengatur segala,
Namun apa yang pasti,Aku akan terus di sini,
Untuk terus menatap wajahmu,
Untuk terus merasa bahangmu,
Untuk terus mendoakan mu,
Untuk terus menemanimu bak bintang,
Yang hanya mampu memandang mu dari jauh....
Semoga khidmat mu mentari akan terus menyuluh cahaya
kepada semua makhluk yang memerlukan....
kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan Begitu lama bertahan Akan sia sia kah Segala sakit pahit Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan
Comments
Post a Comment