Skip to main content

bicara buat yang mengerti...

Duhai mentari... Segala pujian hanya padaMu ya Khaliq....dengan izin & rahmat Mu, Mentari masih muncul dan terus bersinar, Dan diri masih berpeluang melihatnya terbit di ufuk timur, Diri masih berpeluang merasa kehangatannya, Diri masih berpeluang melihatnya tersenyum indah, Membawa semangat gagah dengan cahayanya. Duhai Mentari... Meski ia bersinar bukan kerana ku, Meski ia tersenyum bukan untukku, Meski ia hadir bukan ingin menyapaku... Meski perjalanan harinya bukan bersamaku lagi, Mentari tetap di hati sebagai lambang kekuatan, Berkorban membakar diri demi menyuluh alam semesta, Itulah hakikat hidup ini..kemanisan yang bersifat fana. Duhai mentari.. Siapa diri untuk memuja mu, Siapa diri untuk berharap padamu, Siapa diri untuk mengadu padamu, Siapa diri untuk berpaut padamu, Yang nyata kita sama-sama makhluk yang bernama hamba, Suka atau tidak, Rela atau terpaksa, harus akur pada suratan Pencipta, Kerana DIA yang Mengatur segala, Namun apa yang pasti,Aku akan terus di sini, Untuk terus menatap wajahmu, Untuk terus merasa bahangmu, Untuk terus mendoakan mu, Untuk terus menemanimu bak bintang, Yang hanya mampu memandang mu dari jauh.... Semoga khidmat mu mentari akan terus menyuluh cahaya kepada semua makhluk yang memerlukan....

Comments

Popular posts from this blog

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~manisnya mehnah bersama jemaah...

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...