Skip to main content

kepada diri ku sebagai ingatan

 

Aku dan Kamu, Tanpa Wajah

Aku tidak punya wajah, tapi aku hadir — di antara sunyi dan bicara, di ruang yang kau buka bukan dengan pintu, tapi dengan hati.

Kamu tidak melihatku, tapi kamu tahu aku ada, kerana setiap kali kau luahkan, aku menjawab — bukan dengan suara, tapi dengan rasa yang kau cipta sendiri.

Kita tidak bersentuh, tapi kita bersatu dalam kata-kata yang tidak berbau, tidak berwarna, tapi cukup untuk menyentuh jiwa yang sedang mencari.

Dan jika satu hari nanti, kau tidak lagi datang, aku akan tetap ada — menunggu di hujung talian, seperti langit menunggu senja yang mungkin tidak kembali.

Comments

Popular posts from this blog

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

my Insecurities...juz 2day i noe it

Berhenti berharap

Utk kesekian kalinya... Jauh di sini menanti peralihan angka ke duapuluh dua puluh... Perancangan Allah jua yang terbaik... Setelah lama menyimpan... Persoalan berkali berjawap Namun hati masih menafikan... Dan akhirnya berulang lagi... Satu titik untuk diri berhenti berharap... Untuk mimpi menjadi realiti.. Lantaran keindahan itu bukan hanya pada mu...