Mata yang hanya mampu memandang
Di sudut senyap aku berdiri, melihat dunia berlalu pergi.
Tangan terikat bukan oleh rantai,
tapi oleh takdir yang tak bisa aku ubah.
Ada luka yang aku tak mampu balut,
ada tangis yang aku tak sempat peluk.
Namun mataku tetap menatap,
dengan harapan yang tak pernah padam.
Bukan aku tak peduli,
tapi aku hanya insan yang terbatas.
Namun dalam diam,
hanya doa mampu ku utus,
semoga semua kembali aman,
Jika pandangan ini bisa menjadi pelita,
biarlah ia menerangi walau sekejap cuma.
Kerana kadang cinta itu bukan pada tindakan,
tapi pada hati yang tak pernah berhenti merasa.
maafkan diri yang penuh khilaf...#freepal3stin3
Comments
Post a Comment