Skip to main content

menjejak motivasi...

Ingatan yg sering ku bisikkn dalam diri...sering ku menanti motivasi untuk aku bangkit dari lena mencari arah untukku tuju..keluar dari dunia yang seakan terus merengut nafasku...ku patut bersyukur..setiap pagi aku masih dapat membuka mata...walaupun mungkin hari ini akan sama seperti semalam..aku bersyukur masih mampu berjalan..masih dapat melihat wajah insn yang paling disayang meski aku tak pernah menunjukkan nya..yah aku sedar..itu juga satu motivasi untuk aku teruskan life ini...mengapa perlu motivasi dari luar...buat sesuatu dulu dan motivasi akan datang kemudian..bait petikan sebuah buku..tidak Allah jadikan sesuatu itu sia-sia..peluang dilimpahi bahan bacaan yang melemaskan ku gunakan sebaiknya walau kdg on off. syukur yg tak terkata..aku belajar memaksa diri..walaupun sekian lama aku meletakkan membaca sebagai hobi..namun masa lapangku habiskan mengadap sesuatu yang lain malah kadang melalaikan aku...yah aku dapat banyak motivasi dari mengadap buku.aku mencari kekuatan disini.aku mencari ilham disini..memujuk diri utk tabah.namun itu hanyalah wasilah.yg nyata segalanya adalah dari Allah jua...dari pengalaman ke realiti hidup hari ini.hingga ke solusi masalah terkandung dlm sebuah buku.meski berlambak di alam maya.namun aura nya cukup berbeza....dan terlalu banyak untuk dikongsi...semakin banyak yg kita tahu sebenarnya semakin banyk yg kita tidak tahu..SubhanAllah...smga aku istiqamah mengadap mu..meski kdg dgn mata tertutup.

Comments

Popular posts from this blog

Sombongkah aku....

Antara langkah mengenal pasti adanya penyakit ini ialah melalui pergaulan sesama manusia. Melalui pergaulan, akan dapat dikesan sifat sombong yang hadir tanpa disedari…Dan Allah amat membenci mereka yang sombong. Tanda –tanda sombong …. 1. Payah menerima pandangan orang lain sekalipun hatinya merasakan pandangan orang itu lebih baik daripadanya. Apatah lagi kalau pandangan itu datang daripada orang yang lebih rendah daripadanya sama ada rendah umur, pangkat atau lain-lain lagi. 2. Mudah marah atau emosional. Bila berlaku perbincangan dua hala, cepat tersinggung atau cepat naik darah kalau ada orang tersilap atau tersalah. 3. Memilih-milih kawan. Suka berkawan hanya dengan orang yang satu ‘level’ atau sama taraf dengannya. Manakala dengan orang bawahan atau lebih rendah kedudukannya, dia tidak suka bergaul atau bermesra, takut jatuh status atau darjat dirinya. Yakni dia suka dengan orang yang mahu mendengar dan mentaati kata-katanya. Mereka inilah saja yang dia boleh bermesra, ...

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...