Skip to main content

hijrah kembali lagi...

“Hijrah itu pengorbanan..hijrah itu perjuangan”...mendengarkannya kembali berkumandang seakan menyedarkan aku dari mimpi..ya Allah..akan berlalu lagi setahun.terasa begitu cepat masa berlalu.aku mendongak seketika memikirkan apa sebenarnya yg ingin ku raih di 1437 ini..aku sempat terlupa..betul betul lupa.persoalan demi persoalan timbul memenuhi benakku...benarkah aku telah memanfaatkan segala pinjaman Allah..mata aku gunakan untuk apa..kaki adakah melangkah ke tempat yang betul..tangan ini adakah membantu mana yang perlu..minda memberi buah fikir yang betul....harta walau tak seberapa adakah aku belanjakan ke jalan yang diredhai...bertambahkah amalanku..?ilmu yg sedikit ini sudahkah ku amal dan sampaikan..Astaghfirullah alazim..umur dan kesihatan yg diberi adakah digunakan untuk membantu agama Allah?adakah aku masih mencari alasan untuk keluar ...untuk menimba ilmu..paling penting..adakah daku telah membuat ibubpa ku bahagia..Ya Allah..Ya Nafi’..ya Allah ya Malik..smga ruang dan peluang masih ada untuk aku berhijrah lagi...

Comments

Popular posts from this blog

Sombongkah aku....

Antara langkah mengenal pasti adanya penyakit ini ialah melalui pergaulan sesama manusia. Melalui pergaulan, akan dapat dikesan sifat sombong yang hadir tanpa disedari…Dan Allah amat membenci mereka yang sombong. Tanda –tanda sombong …. 1. Payah menerima pandangan orang lain sekalipun hatinya merasakan pandangan orang itu lebih baik daripadanya. Apatah lagi kalau pandangan itu datang daripada orang yang lebih rendah daripadanya sama ada rendah umur, pangkat atau lain-lain lagi. 2. Mudah marah atau emosional. Bila berlaku perbincangan dua hala, cepat tersinggung atau cepat naik darah kalau ada orang tersilap atau tersalah. 3. Memilih-milih kawan. Suka berkawan hanya dengan orang yang satu ‘level’ atau sama taraf dengannya. Manakala dengan orang bawahan atau lebih rendah kedudukannya, dia tidak suka bergaul atau bermesra, takut jatuh status atau darjat dirinya. Yakni dia suka dengan orang yang mahu mendengar dan mentaati kata-katanya. Mereka inilah saja yang dia boleh bermesra, ...

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...