Skip to main content

akhirnya terbalas jua...

Adil... Tiada yang lebih adil...melainkan Ya Adl ...Maha Adil lagi Berkuasa. Ibarat roda yang berputar.apa yang mereka lalui pasti turut sama dirasa samada dalam situasi yang sama atau insan yang berbeza..hukum alam. Cukuplah diri sedar dalam tingkah dan bicara.. letakkan diri dalam situasi mereka..tingkah usah terlalu menyakitkan...bicara usah melampaui batas..kelak kembali padamu. Samada sengaja atau tidak, daku terima ketentuan..telah ku rasa sakitnya terpinggir.. Puas memohon maaf tidak akan mengubah kenyataan.melangkah pergi itu langkah terbaik. Berjuta kali menjauhi namun seakan bayang terus mengekori..dihampakan setelah menghampakan lumrah perjalanan sebuah kehidupan bernama hamba...layak untuk terus diuji..dan diuji...tanpa ujian tidak mungkin tahap kesabaranmu dapat di ukur...sabar itu tiada batasnya.. Kembalikan hatimu pada Nya..yang sentiasa menanti untuk mendengar.

Comments

Popular posts from this blog

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~manisnya mehnah bersama jemaah...

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...