Skip to main content

ku pahat tragedi...yang bernama tsunami

Ku pahat tragedi... Bukan sekadar untuk diingati... Bukan sekadar untuk ditangisi... Bukan hanya untuk diratapi... Bukan juga hanya meluah simpati... Namun lebih dari itu... Ambil ibrah yang tersembunyi... Pengajaran untuk disedari... Musibah yang mngajari... Untuk muhasabah diri... Bukan sia-sia ia terjadi... Bagi mereka yang menginsafi... Bencana yang terjadi... Goncangan dari perut bumi... Menelan daratan terbentang... Lautan yang menggunung... Menghempas dan menghancurkan... Luluh hati mengenangkan... Berat mata memandang... Berat lagi beban yang menanggung... Semua teguran dari Yang Maha Pencipta.. Penguasa seluruh alam... Pemilik Kerajaan langit & bumi... Agar diri mensyukuri.. Betapa kasih ilahi ... Dengan nikmat yang tak terperi... Kita yang tak pernah menghargai... Dan barkali-kali.. Peluang masih diberi... Adakah dikau pernah peduli... Untuk perbaiki diri ... dan juga insan di sisi... Agar Kembali... ke jalan yang diredhai... Melampaui batas jangan sekali... Kelak binasa memakan diri.. Untukmu dan untukku hamba... Yang sering lupa... Hanyut dengan DUNIA...yang sementara.

Comments

Popular posts from this blog

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~manisnya mehnah bersama jemaah...

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...