Skip to main content

stress ku keranamu...

SALAH satu azab di dunia ialah stress.... aKu stressssss...aku tak tahan lagi..bengang lah..menyampah lah..geramlah..istilah biasa yang pena didengar atau paling biasa ditutur.. aku streslah dengar pengarah baru ni.semua ikut kepala dia jer..semua nak baru..nak berubah..buat keputusan ikut suka hati..buat perubahan kerja last minit ..kita yang payah nak ikut rentak dia..lain dalam meeting..lain yang dibuat...stress nya.. keluhan demi keluhan...lega rasanya jika dapat luah..namun apakah natijahnya..terpulang pada diri masing-masing bagaimana nak hadapi...fkir positif atau surrender undur diri...paling tidak sakit jiwa..namun tidak Allah jadikan sesuatu itu sia-sia.kadang stress jua yang melahirkan pelbagai idea baru dan memaksa diri menjadi kreatif berfikir bagi menyelesaikaikan masalah... itulah tanda nikmat tenang dan amanyang Allah tarik kembali...anggaplah itu juga satu ujian agar kita kembali mengingati Allah... cukuplah semua bersemadi dalam lembaran lalu...terima kasih atas pengalaman ini ya Allah...semoga aku lupa yang aku pernah melalui rasa ini.

Comments

Popular posts from this blog

Sombongkah aku....

Antara langkah mengenal pasti adanya penyakit ini ialah melalui pergaulan sesama manusia. Melalui pergaulan, akan dapat dikesan sifat sombong yang hadir tanpa disedari…Dan Allah amat membenci mereka yang sombong. Tanda –tanda sombong …. 1. Payah menerima pandangan orang lain sekalipun hatinya merasakan pandangan orang itu lebih baik daripadanya. Apatah lagi kalau pandangan itu datang daripada orang yang lebih rendah daripadanya sama ada rendah umur, pangkat atau lain-lain lagi. 2. Mudah marah atau emosional. Bila berlaku perbincangan dua hala, cepat tersinggung atau cepat naik darah kalau ada orang tersilap atau tersalah. 3. Memilih-milih kawan. Suka berkawan hanya dengan orang yang satu ‘level’ atau sama taraf dengannya. Manakala dengan orang bawahan atau lebih rendah kedudukannya, dia tidak suka bergaul atau bermesra, takut jatuh status atau darjat dirinya. Yakni dia suka dengan orang yang mahu mendengar dan mentaati kata-katanya. Mereka inilah saja yang dia boleh bermesra, ...

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...