Dikala hening subuh
Diri terjaga dari lena
Tiada tergambar di minda
Hanya sebuah resah
Resah pada hari yang tak pasti
Resah andai terluka lagi
Resah andai air mata menitis lagiDikala hening subuh
Diri terjaga dari lena
Tiada tergambar di minda
Hanya sebuah resah
Resah pada hari yang tak pasti
Resah andai terluka lagi
Resah andai air mata menitis lagi
Resah andai kehilangan insan disayangi
Resah pada rezeqi yang tak pasti
Resah pada begitu dan begini
Setelah hari berlalu
Di kala mentari kembali beradu
Resah itu masih bertamu
Menemani hati tanpa jemu
Resah resah oh resah
Akhirnya yang pasti
Mengapa harus dibiar resah
Terus bersarang
Menjadi bebayang
Di setiap langkah perjalanan
Sedarlah wahai diri
Kembalikan resah ini
Kepada Yang Maha Mengetahui
Pengatur terbaik sebuah hakiki
Sebuah kehidupan yang abadi
Kembara resah ini
Tidak akan berakhir
Andai terus begini
Bangkitlah ....hadapi realiti
Hari esok bukan milik sendiri
Yakinlah Allah Maha Pemberi...
Resah andai kehilangan insan disayangi
Resah pada rezeqi yang tak pasti
Resah pada begitu dan begini
Setelah hari berlalu
Di kala mentari kembali beradu
Resah itu masih bertamu
Menemani hati tanpa jemu
Resah... resah... oh resah
Akhirnya yang pasti
Mengapa harus dibiar resah
Terus bersarang
Menjadi bebayang
Di setiap langkah perjalanan
Sedarlah wahai diri
Kembalikan resah ini
Kepada Yang Maha Mengetahui
Pengatur terbaik sebuah hakiki
Sebuah kehidupan yang abadi
Kembara resah ini
Tidak akan berakhir
Andai terus begini
Bangkitlah ....hadapi realiti
Hari esok bukan milik sendiri
Yakinlah Allah Maha Pemberi...
kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan Begitu lama bertahan Akan sia sia kah Segala sakit pahit Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan
Comments
Post a Comment