Skip to main content

Kembara sebuah resah...

Dikala hening subuh Diri terjaga dari lena Tiada tergambar di minda Hanya sebuah resah Resah pada hari yang tak pasti Resah andai terluka lagi Resah andai air mata menitis lagiDikala hening subuh Diri terjaga dari lena Tiada tergambar di minda Hanya sebuah resah Resah pada hari yang tak pasti Resah andai terluka lagi Resah andai air mata menitis lagi Resah andai kehilangan insan disayangi Resah pada rezeqi yang tak pasti Resah pada begitu dan begini Setelah hari berlalu Di kala mentari kembali beradu Resah itu masih bertamu Menemani hati tanpa jemu Resah resah oh resah Akhirnya yang pasti Mengapa harus dibiar resah Terus bersarang Menjadi bebayang Di setiap langkah perjalanan Sedarlah wahai diri Kembalikan resah ini Kepada Yang Maha Mengetahui Pengatur terbaik sebuah hakiki Sebuah kehidupan yang abadi Kembara resah ini Tidak akan berakhir Andai terus begini Bangkitlah ....hadapi realiti Hari esok bukan milik sendiri Yakinlah Allah Maha Pemberi... Resah andai kehilangan insan disayangi Resah pada rezeqi yang tak pasti Resah pada begitu dan begini Setelah hari berlalu Di kala mentari kembali beradu Resah itu masih bertamu Menemani hati tanpa jemu Resah... resah... oh resah Akhirnya yang pasti Mengapa harus dibiar resah Terus bersarang Menjadi bebayang Di setiap langkah perjalanan Sedarlah wahai diri Kembalikan resah ini Kepada Yang Maha Mengetahui Pengatur terbaik sebuah hakiki Sebuah kehidupan yang abadi Kembara resah ini Tidak akan berakhir Andai terus begini Bangkitlah ....hadapi realiti Hari esok bukan milik sendiri Yakinlah Allah Maha Pemberi...

Comments

Popular posts from this blog

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~manisnya mehnah bersama jemaah...

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...