Skip to main content

Bicara sepi buatmu ....

Puas sudah ku pendam..malah tak pernah ku berangan. Pada sebuah rasa yang tak mampu dikongsi dengan mu..cukuplah pena ini ..menjadi saksi Pada sebuah rasa yang tak terungkap, Mungkin sehingga deru nafas terakhir ini, Aku tak berpeluang menatapmu, Takdir mengatur perkenalan ini ,berkali ku menduga segalanya sudah berakhir.namun yang nyata kita hanya terpisah oleh laut china selatan...ingatan masih ada..walau bertahun sudah berlalu. Sehingga satu saat aku sudah mengalah..untuk terus menyimpan impian, Hanya tinggal kenangan yang berkubur tanpa nisan,namun ku gagahkan,melakar bicara ini,agar bisa Kujadikan sebuah tugu tak bernama jauh di sudut hati. Teman..berbicara denganmu seperti berhadapan dengan diri sendiri..pandangan dan harapan kita serupa.. Terlalu hampir...peribadimu mengagumkan bagi yang memahami..daku mengingatkan diri..setiap insan yang Allah pinjamkan pasti tersimpan hikmah..mengenalimu memberi inspirasi..pengetahuanmu kadang di luar jangkaan ku sebagai seorang muslim...namun kelu lidah mengaku kelemahan..hati daya berbisik..kagum dengan kelebihan yang Allah kurniakan padamu..hanya doa dapat kupanjatkan kiranya hidayah itu bakal milikmu satu hari nanti. Merenung kembali,aku tidak pernah sesal membiarkan peluang itu berlalu..mungkin itulah jalan terbaik..agar manisnya ukhwah ini akan berkekalan...esok lusa tiada siapa yang tahu.mungkinkah akan terus menjadi rahsia Allah yang paling indah.

Comments

Popular posts from this blog

Sombongkah aku....

Antara langkah mengenal pasti adanya penyakit ini ialah melalui pergaulan sesama manusia. Melalui pergaulan, akan dapat dikesan sifat sombong yang hadir tanpa disedari…Dan Allah amat membenci mereka yang sombong. Tanda –tanda sombong …. 1. Payah menerima pandangan orang lain sekalipun hatinya merasakan pandangan orang itu lebih baik daripadanya. Apatah lagi kalau pandangan itu datang daripada orang yang lebih rendah daripadanya sama ada rendah umur, pangkat atau lain-lain lagi. 2. Mudah marah atau emosional. Bila berlaku perbincangan dua hala, cepat tersinggung atau cepat naik darah kalau ada orang tersilap atau tersalah. 3. Memilih-milih kawan. Suka berkawan hanya dengan orang yang satu ‘level’ atau sama taraf dengannya. Manakala dengan orang bawahan atau lebih rendah kedudukannya, dia tidak suka bergaul atau bermesra, takut jatuh status atau darjat dirinya. Yakni dia suka dengan orang yang mahu mendengar dan mentaati kata-katanya. Mereka inilah saja yang dia boleh bermesra, ...

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...