Skip to main content

#pilihanitusaturisiko

Rupanya bukan mudah ...andai berada di persimpangan...membuat pilihan satu beban... Meski memohon ditunjukkan jalan...keputusan akhir satu pilihan... Yang mungkin ada kesalan...yang pasti menuntut pengorbanan...tak semudah difikirkan... Risiko pasti mengiringi di perjalanan...setelah pilihan dipertaruhkan...pilihan berbeza ...risiko berlainan...yang nyata antara suka dan duka...dan pilihan yang tinggal... Hadapi jua apapun tekanan...biar air mata menjadi teman...teruskan langkah... Atasi halangan...biar akan kehilangan...sesuatu yang diimpikan...meski akan hilang... Apa dalam genggaman...meski diri akan terus keseorangan...dan harapan tinggal harapan... Itulah hakikat sebuah kehidupan...apapun yang ada hanya pinjaman...dunia tempat persinggahan... Belajar redha apapun dugaan mendatang...meski perit meski sakit...bak sembilu menghiris hati... masa berlalu pasti merawat...meski sembuh pasti berparut...Ya Allah...jan biar diriku menzalimi diri sendiri...luka lama masih berdarah...rasa ini tak mampu terbendungkan lagi...sujudku merayu... hanya Engkau yang mampu ...memberi kekuatan...yang menyelamatkan diri ini... dari terus membuat pilihan yang salah...

Comments

Popular posts from this blog

Sombongkah aku....

Antara langkah mengenal pasti adanya penyakit ini ialah melalui pergaulan sesama manusia. Melalui pergaulan, akan dapat dikesan sifat sombong yang hadir tanpa disedari…Dan Allah amat membenci mereka yang sombong. Tanda –tanda sombong …. 1. Payah menerima pandangan orang lain sekalipun hatinya merasakan pandangan orang itu lebih baik daripadanya. Apatah lagi kalau pandangan itu datang daripada orang yang lebih rendah daripadanya sama ada rendah umur, pangkat atau lain-lain lagi. 2. Mudah marah atau emosional. Bila berlaku perbincangan dua hala, cepat tersinggung atau cepat naik darah kalau ada orang tersilap atau tersalah. 3. Memilih-milih kawan. Suka berkawan hanya dengan orang yang satu ‘level’ atau sama taraf dengannya. Manakala dengan orang bawahan atau lebih rendah kedudukannya, dia tidak suka bergaul atau bermesra, takut jatuh status atau darjat dirinya. Yakni dia suka dengan orang yang mahu mendengar dan mentaati kata-katanya. Mereka inilah saja yang dia boleh bermesra, ...

~saat yang tak mungkin kembali...

menjelang hari beranjaknya satu tangga angka yang mengubah banyak perkara yang pada mata hanya perkara biasa...masih mampu tersenyum..masih mampu bergelak ketawa..masih mampu bernafas ..masih mampu memandang birunya langit dan merasa basahnya rintik hujan...menjelang hari bertambahnya angka itu seakan begitu pantas masa berlalu.terasa baru semalam ia berubah..hari ini ia berubah lagi..namun diri masih sama...masih begini..menanti dan terus menanti... cuma bezanya kali ini aku melalui hari ini jauh dari keluarga tercinta..jauh dari bumi kelahiran..apapun ia akan menjadi kenangan yang terpahat..melaluinya dengan linangan air mata yang keluar tanpa diundang..mengalir deras walau berkali ditahan hanya kerana slot masa hari itu di isi dengan mengenang detik-detik perjuangan membawa risalah Nabi Muhammad S.A.W...Kita bukan kalah tetapi belum menang lantaran kejayaan sebenar adalah usaha demi usaha yang mendapat ganjaran Allah...bukan dilihat pada hasil tetapi kepada sejauh mana diri berusa...

duhai hati…hiduplah dalam dunia reality…

saat berlalu dan waktu yang berputar…. masih tidak berupaya …. membenamkan segalanya dan…. hanya mampu ku pendam sebuah rasa …. jauh disudut hati.... Pada takdir yang tersurat…. Pertemuan ini bukan satu keinginan…. Untuk kuterus bertahan….. Dalam kesakitan… Dalam kerinduan…. Dalam harapan yang tak kesampaian… Apa yang terdaya…. Berusaha berpijak pada lantai kenyataan…. Agar menjadi kekuatan… Untuk melupakan pada sebuah kisah …. …biarkan menjadi memori pahit…. Yang menjadi indah hanya bila dikenang… Lantaran nokhtahnya…hanya sebuah khayalan.