Skip to main content

istiqomah bukan mudah...

 

      Alhamdulillah dan syukur yang tak terhingga masih di sini...

meneruskan baki hidup ...mencari kata-kata untuk ...

memberi diri semangat di kala cabaran makin gentar...

rasa letih yang makin menjalar...

menghakis perlahan-lahan kekuatan yang mula berakar....

kali ini sekadar berkongsi rasa untuk ingatan diri sendiri....


Istiqomah bukan sekadar tahu jalan yang lurus, tapi terus melangkah walau jalan itu penuh duri, walau hati kadang goyah. Ramai yang tahu kebaikan, tapi untuk kekal di atas landasan itu—hari demi hari, dalam sunyi dan dalam ujian—itulah perjuangan sebenar.

Dan kemampuan untuk istiqomah… ia bukan datang dari diri sendiri semata. Ia adalah anugerah, hasil doa yang tak putus, mujahadah yang berterusan, dan sokongan dari orang-orang soleh di sekeliling kita.


doa ku 
"Ya Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu. Jangan Kau palingkan aku setelah Kau beri petunjuk. Kurniakanlah aku kekuatan untuk terus melangkah walau lelah, untuk terus taat walau diuji, dan untuk terus berharap walau kecewa. Jadikanlah aku hamba yang tidak hanya tahu jalan-Mu, tetapi mampu berjalan di atasnya dengan sabar dan ikhlas."
meski bukan mudah..aku harus terus berusaha.

Comments

Popular posts from this blog

Kegagalan demi kegagalan

 kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu  menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan  Begitu lama bertahan Akan sia sia kah  Segala sakit pahit  Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan

~manisnya mehnah bersama jemaah...

~dimana hatimu...

Saat jiwa memintal resah... Saat rasa memanjat duka... Saat lemah menguasai diri... Saat air mata menjadi saksi... Berjanji menjauhi kisah semalam... Memaksa diri memintal azam... kembali mensucikan hati yang hitam... namun... ujian datang menguji iman... ingin dijauhi makin mencengkam... merobek rasa yang cuba ditahan... hingga manik jernih jatuh berderaian ... sakitnya cukup menyesakkan... pada siapa harus ku mengadu...ke mana harus ku meminta... ke mana harus ku melangkah...mencari yang memahami... mengharap ada yang sudi...berkongsi duka yang bertapa... akhirnya apa yang kutemui...hanya nista bercampur hampa... mengapa diri masih tak sedar...dugaan hadir bukan untuk disiakan... tapi untuk diri kembali mengiyakan...hanya rahmat Allah Ya Rahman Ya Rahim... yang bisa menyelamatkan...tempat bergantung segala harapan... saat diri keseorangan...di mana hatimu kau campakkan...