Setiap hari, kita berdoa kepada Allah Ta’ala,
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ؛ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah [1]: 6-7)
Lalu, siapakah orang-orang yang telah Allah Ta’ala beri nikmat tersebut, sehingga kita sangat ingin diberi hidayah agar mengikuti jalan mereka?
Orang-orang yang telah Allah Ta’ala beri nikmat tersebut Allah Ta’ala sebutkan di firman Allah Ta’ala yang lain,
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا ........................
“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang salih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa’ [4]: 69).....................
Baca Juga: Tafsir Ayat “Agar Allah Mengetahui Orang Yang Jujur Dan Yang Dusta”
Lalu, Siapakah Ash-Shiddiquun? .....................
Di antara empat golongan yang Allah Ta’ala sebutkan dalam ayat di atas adalah ash-shiddiquun. Siapakah mereka? Tafsir atau penjelasan terbaik tentang siapakah ash-shiddiquun ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala,
وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zumar [39]: 33)
Dalam Tafsir Al-Jalalain disebutkan,
{وَاَلَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ} هُوَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {وَصَدَّقَ بِهِ} هُمْ الْمُؤْمِنُونَ ........
“Dan orang yang membawa kebenaran” maksudnya adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Dan orang yang membenarkannya” maksudnya adalah orang-orang yang beriman.” >>>>>>>
Juga ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala,
وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ أُولَئِكَ هُمُ الصِّدِّيقُونَ >>>>>>
“Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itulah orang-orang shiddiqin.” (QS. Al-Hadiid [57]: 19)>>>>>>
Ketika menjelaskan makna “ash-shiddiquun”, dalam Tafsir Al-Jalalain disebutkan,
الْمُبَالِغُونَ فِي التَّصْدِيق
“Yaitu yang sangat membenarkan.”>>>>>>
Dari ayat-ayat tersebut, kita ketahui bahwa ash-shiddiquun adalah orang yang benar-benar merealisasikan iman dari dalam hatinya. Dan mewujudkan iman tidaklah mungkin terjadi kecuali dengan bersikap jujur (ash-shidqu) dan membenarkan (at-tashdiiq) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam...............
Semak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/54543-siapakah-ash-shiddiquun.html
kegagalan demi kegagalan mengekori berulang kali mencuba dan terus mencuba namun hanya buntu yang menemui sehingga rasa hampa bertamu menghimpit sesak di dada mungkinkah semua akan berakhir Jika diri memilih untuk berhenti berjuang Pada saat ini sedangkan Begitu lama bertahan Akan sia sia kah Segala sakit pahit Yang pernah dilalui Tanpa hasil yang diharapkan... Duhai hati ...teruskan bertahan
Comments
Post a Comment